Kompetisi Sepakbola Wanita Ditunggu Kehadirannya

Pemain Tim Nasional Sepak Bola Wanita menginginkan adanya kompetisi sepak bola wanita agar bisa menghidupkan semangat pesepak bola wanita dan mengembangkan bakat para pemain. “Semoga sepak bola wanita bisa lebih baik lagi, ada kompetisinya,” kata gelandang timnas wanita Intan Nuraini di kamp pelatihan National Youth Training Centre Sawangan Depok, Jawa Barat, Kamis (9/4).

Intan berharap dengan keikutsertaan Indonesia dalam kejuaraan AFF Women Championship dan adanya Timnas Wanita U-14 bisa kembali menghidupkan dunia sepak bola wanita di Indonesia.

“Kan ada U-14 juga, semoga aja dari situ (U-14), dari sini juga (AFF Women) bisa dinaikin lagi, bisa hidup lagi sepak bola wanitanya,” kata Intan. Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta angkatan 2011 itu dalam kesehariannya hanya berlatih dan bermain sepak bola dalam klubnya.

Begitu juga dengan gelandang Christina Kaisiri yang mengatakan hanya berlatih secara rutin jika ada turnamen sepak bola wanita.

Tidak hanya pemain, pelatih Timnas Wanita Rully Nere pun mengakui tidak adanya kompetisi sepak bola wanita menjadi kendala bagi dirinya ketika melatih para pemain. “Kita tahu mereka tidak punya kompetisi wanita. Karena di daerah tidak ada kompetisi, mereka tidak punya jadwal latihan yang rutin seperti laki-laki, ini yang jadi masalah,” ujar pemilik nama lengkap Rully Rudolf Nere.

Sependapat dengan pelatih timnas, pengamat sepak bola Anton Sanjoyo juga mengatakan tidak adanya kompetisi sepak bola wanita menjadai catatan tersendiri di Timnas wanita. “Sepak bola perempuan tidak ada kompetisinya di Indonesia, saya kira itu yang membuat sulit berkembang,” ucapnya.

Timnas wanita yang direkrut dari enam daerah di Tanah Air tersebut datang ke kamp pelatihan NYTC PSSI pada Minggu (5/4) dan memulai latihan Senin (6/4).

Latihan akan dilangsungkan selama tiga minggu hingga tanggal 28 April sebelum terbang ke Ho Chi Minh City, Vietnam pada 29 April untu persiapan kejuaraan AFF Women’s Championship yang digelar 1-10 Mei 201