Riyad Mahrez dan Bernardo Silva Yang Terlupakan dari Ballon d’Or 2019

Riyad Mahrez dan Bernardo Silva Yang Terlupakan dari Ballon d’Or 2019

Berita Sepakbola – Malam penghargaan Ballon d’Or 2019 baru saja diselenggarakan pada hari Rabu (3 Desember 2019) dini hari WIB. Panggung utama menjadi milik Lionel Messi. Sedangkan, dua pemain seperti dilupakan: Riyad Mahrez dan Bernardo Silva.

Lionel Messi mendapat panggung utama di Ballon d’Or 2019. Pasalnya, dia keluar sebagai pemenang. Sementara gelar pemain wanita terbaik berhasil dimenangkan oleh bintang tim nasional Amerika Serikat yakni Megan Rapinoe.

Selain Lionel Messi dan Megan Rapinoe, perhatian juga tertuju Matthijs de Ligt yang menjadi pemain terbaik. Defender Juventus menpenganugerahanhkan Jadon Sancho dan Joao Felix untuk mendapatkan Kopa Trofi 2019.

Selain itu, ada pula nama Alisson Becker yang meraih status sebagai kiper terbaik atau Yachine Trofi. Sedangkan, sorotan lain diberikan pada Cristiano Ronaldo karena memilih tidak hadir pada malam penganugerahan Ballon d’Or 2019.

Banyak catatan menarik yang dilupakan begitu saja dalam malam penganugerahan Ballon d’Or 2019. Salah satunya adalah catatan apik dari para pemain Afrika. Tiga pemain Afrika masuk dalam 10 besar Ballon d’Or 2019, pertama kali dalam sejarah.

Secara khusus, nama Riyad Mahrez layak diancungi jempol. Dia tentu saja tidak lebih populer ketimbang dua pemain Afrika lain: Mohamed Salah dan Sadio Mane. Kedua pemain Liverpool itu berada di peringkat keempat dan lima.

Riyad Mahrez menempati peringkat ke-10 Ballon d’Or 2019. Dia mampu menyisihkan nama-nama yang lebih populer, termasuk rekan satu timnya di Manchester City. Riyad Mahrez lebih baik dari Raheem Sterling (12), Kevin De Bruyne (14) dan Sergio Aguero (16).

Seperti Riyad Mahrez, Bernardo Silva juga menjadi pemain yang dilupakan pada Ballon d’Or 2019. Padahal, Bernardo Silva mampu menempati peringkat ke-9. Bernardo Silva menjadi pemain The Citizens dengan peringkat terbaik di Ballon d’Or 2019.

Hanya Inter Milan Yang Bisa Imbangi Juventus Musim Ini

Hanya Inter Milan Yang Bisa Imbangi Juventus Musim Ini

Liga Italia – Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio mengatakan hanya Inter Milan yang akan bisa bersaing dengan mantan timnya, dalam perburuan gelar juara Liga Italia Serie A musim 2019-20 ini. Juventus tak tersentuh dalam delapan musim terakhir. Musim ini, mereka kemungkinan besar juga bisa mempertahankan gelar juara Liga Italia Serie A mereka.

Sebelumnya, ada AS Roma dan Napoli yang bersaing untuk mencuri tahta dari Juventus. Namun mereka gagal melakukannya. Musim ini, Inter Milan bangkit dengan membenahi timnya. Mereka mendatangkan sejumlah pemain top ditambah dengan pelatih sekaliber Antonio Conte.

Inter Milan sempat menempati puncak klasemen Liga Italia Serie A. Namun setelah dikalahkan oleh Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya, La Beneamata kini melorot ke posisi kedua dan posisi puncak ditempati oleh Juventus.

Namun demikian, Marchisio menyebut bahwa Inter sekarang adalah tim yang tangguh karena ada Conte sebagai juru taktik. Ia pun yakini mereka satu-satunya tim yang punya kesempatan untuk menjegal Juventus dalam perburuan gelar juara Liga Italia Serie A musim ini.

Juventus baru saja bermain melawan Atalanta. La Vecchia Signora tidak diperkuat oleh sang striker andalan mereka, Cristiano Ronaldo dalam pertandingan tersebut.

Sang tuan rumah Atalanta bermain dengan gigih di pertandingan tersebut. La Dea seringkali melancarkan serangan yang mengancam gawang Wojciech Szczesny. Akan tetapi pada akhirnya Juventus bisa meraih kemenangan 1-3.

Atalanta mencetak gol lebih dahulu melalui Robin Gosens. Sementara itu Gonzalo Higuain mencetak dua gol dan Paulo Dybala memastikan kemenangan Juventus dengan golnya di injury time babak kedua.

Juventus sekarang memuncaki klasemen sementara Liga Italia Serie A dengan perolehan 35 poin dari 13 pertandingan. Sedangkan Inter Milan menempati peringkat kedua dengan perolehan 34 poin.

Mandzukic Ikut Latihan MU Mulai Bulan Depan

Mandzukic Ikut Latihan MU Mulai Bulan Depan

Liga Inggris – Gosip kepindahan Mario Mandzukic ke Manchester United sepertinya akan segera terealisasi. Penyerang Juventus tersebut diberitakan bakal mulai berlatih bersama skuad The Red Devils pada bulan Desember mendatang.

Perburuan Manchester United atas pemain baru di posisi penyerangan diberitakan sudah selesai. Tim berjuluk The Red Devils tersebut diyakini bakal segera menyelesaikan transfer Mario Mandzukic dari Juventus.

Striker Tim nasional Kroasia tersebut ditebus dengan mahar yang cukup murah. Mantan pemain Atletico Madrid ini diberitakan dibeli oleh Manchester United hanya seharga 15 juta Euro pada bursa transfer musim dingin nanti.

Info Sepakbola Terkini mengabarkan bahwa Mandzukic akan tiba lebih awal di Old Trafford. Sang pemain diberitakan akan berlatih bersama para pemain Manchester United pada bulan Desember nanti.

Menurut laporan tersebut, alasan Mandzukic ingin pindah ke United lebih awal agar sang pemain bisa segera menyesuaikan diri dengan rekan-rekan barunya. Mandzukic tahu bahwa Premier League memiliki intensitas yang berbeda ketimbang liga-liga lainnya. Untuk itu ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan timnya.

Dengan datang satu bulan lebih awal, pria berusia 33 tahun tersebut berharap bisa mengenal rekan-rekannya dengan lebih baik. Alhasil ketika transfernya sudah disahkan, ia bisa langsung tancap gas bersama The Red Devils.

Laporan tersebut juga mengklaim bahwa manajemen Juventus sudah memberi izin kepada Mandzukic untuk hengkang. Sang striker sepanjang musim ini sudah tidak terlibat lagi di skuat La Vecchia Signora.

Untuk itu kehadirannya sudah tidak memberikan dampak apapun untuk Il Bianconeri. Akan tetapi, Juventus minta manajemen United menyelesaikan pembayaran transfer Mandzukic sebelum mengijinkan sang striker pindah ke Old Trafford.

3 Klub yang Mungkin Jadi Pelabuhan Ibrahimovic Selanjutnya

3 Klub yang Mungkin Jadi Pelabuhan Ibrahimovic Selanjutnya

Liga Amerika Serikat – Striker gaek asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic sepertinya tidak akan mengakhiri kariernya di Major League Soccer. Bomber Los Angeles Galaxy tersebut kabarnya sedang mencari klub baru untuk menjadi pelabuhan selanjutnya.

Ibrahimovic mulai merumput di Major League Soccer pada tahun 2018. Sejak saat itu, pemain bertinggi badan 1,95 meter tersebut sudah mencetak 53 gol dari 58 pertandingan untuk klub Amerika Serikat itu.

Kontrak Ibrahimovic dengan La Galaxy akan segera berakhir. Dengan demikian, Ibrahimovic akan hengkang dari StubHub Center dengan status bebas transfer.

Sebelum berseraham LA Galaxy, Ibrahimovic sudah memperkuat delapan klub. Malmo FF, Ajax Amsterdam, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Paris Saint-Germain, dan Manchester United pernah dia bela.

Kini, Ibrahimovic siap membuka lembaran baru dalam kariernya. Sejauh ini, pemain berusia 38 tahun itu sudah dikaitkan dengan sejumlah klub. Ini dia tiga klub yang bisa menjadi tujuan Ibrahimovic selanjutnya seperti yang sudah disiapkan oleh tim Berita Sepakbola Terkini.

Malmo FF
Malmo FF merupakan klub klub profesional pertama bagi seorang Zlatan Ibrahimovic. Wajar saja jika sang pemain mungkin ingin menutup perjalana kariernya di sana. Klub Swedia itu tidak punya uang untuk membayarnya gaji yang cukup tinggi. Itu artinya, Ibrahimovic bersedia dipotong gajinya agar bersedia kembali memperkuat mantan klubnya.

Ajax Amsterdam
Ajax Amsterdam merupakan tempat Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang. Ia berutang banyak pada klub ini. Mengingat keberhasilan Ajax Amsterdam dalam beberapa tahun terakhir, sangat masuk akal membayangkan Ibrahimovic bermain untuk raksasa Belanda itu lagi.

Napoli
Jika sepak bola Italia menjadi tujuan cocok untuk Zlatan Ibrahimovic, maka pergi ke Selatan dan bermain untuk Carlo Ancelotti lagi merupakan cara yang indah untuk mengakhiri karirnya. Ada laporan pemain Swedia itu sudah bertukar pesan dengan mantan manajernya itu. Ini artinya kedatangan Ibrahimovic akan menjadi kenyataan.

3 Tim Yang Sudah Pasti Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions

3 Tim Yang Sudah Pasti Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions

Liga Champions – Fase penyisihan grup Liga Champions baru saja menyelesaikan matchday keempat. Masih ada dua pertandingan tersisa. Namun, sejauh ini sudah ada tiga kesebelasan yang sudah pasti lolos ke babak 16 Besar.

Tim pertama yang dipastikan lolos adalah Paris Saint-Germain. Klub raksasa Prancis baru saja meraih kemenangan dengan skor 1-0 atas Club Brugge pada Kamis (7 November 2019) dini hari WIB. Paris Saint-Germain menang berkat gol tunggal Mauro Icardi.

Paris Saint-Germain kini berada di puncak klasemen Grup A dengan perolehan 12 poin. Paris Saint-Germain selalu menang dalam empat pertandingan yang sudah dimainkan, termasuk melawan Real Madrid. Paris Saint-Germain mengalahkan Los Blancos dengan skor 3-0 pada pertandingan di Parc des Princes.

Dengan perolehan 12 poin, maka Paris Saint-Germain tidak mungkin dikejar Club Brugge yang berada di peringkat ke-3 klasemen dengan dua poin. Real Madrid yang berada di peringkat kedua klasemen Grup A, dengan meraih 7 poin, punya peluang besar lolos ke babak 16 Besar.

Bayern Munhcen juga memastikan lolos ke babak 16 Besar Liga Champions. Die Roten membawa pulang hasil sempurna pada empat pertandingan di fase grup. Die Roten untuk sementara ini duduk manis di puncak klasemen Grup B dengan 12 poin. Jumlah poin Bayern tidak mungkin dikejar Red Star yang ada di peringkat ketiga.

Selain Bayern, dan juga Paris Saint-Germain, ada Juventus yang sudah memastikan lolos ke babak 16 Besar. Dalam pertandingan matchday keempat, Juventus meraih kemenangan dengan skor 1-2 atas Lokomotiv Moscow pada Kamis (7 November 2019) dini hari WIB.

Dua gol Juventus dicetak Aaron Ramsey dan Douglas Costa. Lokomotiv Moscow sebenarnya sempat membuat Juventus dalam tekanan saat skor 1 – 1 lewat gol Aleksey Miranchuk. Namun, La Vecchia Signora mencetak gol menit akhir pertandingan lewat Costa.

Juventus memang tidak meraih hasil sempurna layaknya Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen. Namun, dengan perolehan 10 poin, Juventus tidak mungkin dikejar tim yang berada di peringkat ketiga yakni Lokomotiv Moscow yang mendapat tiga poin.

Pertandingan matchday kelima bakal menjadi momen menentukan bagi sejumlah klub. Liverpool, Barcelona, Manchester City sangat mungkin mengamankan peringkat mereka di babak 16 Besar Liga Champions. Saat ini, peringkat mereka masih aman.

Sedangkan, persaingan sengit akan terjadi di Grup H. Tiga tim meraih tujuh poin: Chelsea, Ajax Amsterdam, dan Valencia. Peluang ketiga kesebelasan ini untuk lolos ke babak 16 Besar masih sangat terbuka akan bersaing hingga pertandingan terakhir.

Ini dia 3 tim yang sudah lolos ke babak 16 Besar Liga Champions 2019/2020 yang dilansir dari info berita terkini:

Paris Saint-Germain
Bayern Munchen
Juventus

Para Pendukung Timnas Belgia Luncurkan Aksi Agar Martinez Ubah Keputusannya

Para Pendukung Timnas Belgia Luncurkan Aksi Agar Martinez Ubah Keputusannya

Seperti yang kita ketahui bahwa Roberto Mertinez pada akhir pekan lalu telah menguak daftar 23 Pemain Belgia yang akan berangkat menuju Piala Dunia 2018, pada bulan Juni mendatang. Terungkap bahwa nama Radja Nainggolan tak tercantum didalamnya. Hal itu ternyata berdampak panjang dimana para pendukung timnas Belgia merencanakan berbagai aksi, demi membuat sang pelatih merubah keputusannya.

Radja Nainggolan saat bersama pendukungnya
Radja Nainggolan saat bersama pendukungnya

Memang sebelumnya sang pelatih mengungkap bahwa absennya Nainggolan karena taktis semata. Ia pun mengetahui peran pentingnya bersama AS Roma dimana ia membantu timnya bertengger diperingkat keempat klasemen, dan bertahan hingga babak semi final Liga Champions. Namun Martinez merasa peran sang pemain tak bisa ia berikan di turnamen Piala Dunia tahun ini.

Aksi protes pun segera dilakukan oleh para penggemar terkait dengan absennya Radja Nainggolan ke skuad timnas Belgia untuk Piala Dunia 2018 ini. John dari La Louviere mengungkapkan kepada media Gazet Van Antwerpen. “(Kami protes) Karena Martinez tidak mengatakan kebenaran. Radja bisa dipasang ke setiap tim,”.

Diketahui bahwa aksi protes yang dilakukan oleh pendukung Belgia tidak hanya berupa dukungan di media sosial, bahkan protes kelapangan juga akan terjadi dan sudah dijadwalkan. Ada dua aksi protes mereka kelapangan dimana yang pertama saat pertandingan persahabatan antara Belgia Vs Portugal di Stade Roi Baudouin, Brussel. Para simpatisan Nainggolan mengajak fans lainnya untuk memakai topeng bergambar wajah Raja Nainggolan yang dapat diunduh secara online. Sementara protes kedua di lakukan di Kantor Asosiasi Sepak Bola Belgia di Houba De Strooperlann 145, Brussel.

Diketahui akan ada lebih dari Lebih dari 4.000 pendukung yang mengatakan bahwa mereka akan datang, namun dengan kondisi yang ada sepertinya akan ada banyak orang yang datang ke Brussel pada agenda pertama. Hal ini dikarenakan pemain AS Roma itu memang populer di kalangan pendukung timnas Belgia.

Selain itu ada rencana melalui dunia maya dimana dalam beberapa minggu mendatang, mereka mencoba mengarah ke halaman Facebook Kementerian Olahraga yang diharapkan bisa mengubah keputusan Martinez.

Petisi untuk Roberto Martinez untuk Radja Nainggolan di change.org
Petisi untuk Roberto Martinez untuk Radja Nainggolan di change.org

Jika masih kurang, para pendukung Belgia juga telah membuat petisi untuk mengubah keputusan Roberto Martinez tersebut melalui situs Change.org. Hingga tulisan ini dibuat, mereka sudah mendapatkan dukungan lebih dari 30 ribu petisi, agar terwujudnya pemain bintang mereka ikut bagian dari skuad timnas Belgia di Piala Dunia 2018.

Salah satu isi petisi tersebut bertuliskan, “Belgia membutuhkan Radja untuk ikut ke Piala Dunia di Rusia! Dia adalah salah satu pemain terbaik dan paling penting di tim Belgia!”.

Sementara petisi lainnya juga mengungkapkan, “Pelatih telah merampas hak bangsa dari salah satu pemain terbaiknya hanya dikarenakan oleh beberapa perbedaan antara dirinya dengan sang pemain. Ini tidak normal!”.

Radja Nainggolan selalu siap membela timnas Belgia
Radja Nainggolan selalu siap membela timnas Belgia

Cukup mengejutkan efek yang diberikan Radja Nainggolan setelah Roberto Mertinez mengungkap daftar 23 Pemain Belgia yang akan berangkat menuju Piala Dunia 2018, dan tak mencantumkan namanya. Mudah-mudahan pendukung timnas Belgia tetap mendukung timnya hingga meraih gelar pertama mereka di tunramen Piala Dunia untuk pertama kalinya, apapun yang terjadi.

Roberto Martinez Ungkap Alasan Mengapa Ia Tak Sertakan Radja Nainggolan

Roberto Martinez Ungkap Alasan Mengapa Ia Tak Sertakan Radja Nainggolan

Roberto Martinez belum lama ini menjelaskan alasan mengapa ia tak memasukkan nama Radja Nainggolan kedalam daftar 23 pemain timnas Belgia yang berangkat menuju Piala Dunia 2018. Padahal performa sang pemain bersama klubnya di Italia sangatlah  baik.

Di musim ini, Nainggolan telah menyumbangkan enam gol dan sebelas assist dalam dua laga tersebut. Hal tersebut  telah membantu timnya meraih peringkat ketiga klasemen di Serie A, sementara dalam kompetisi Liga Champions, ia juga membantu timnya mencapai babak semi final, hanya tertahan oleh Liverpool dengan agregat tipis 7-6.

Memang hubungan kedua kubu tersebut sempat menjadi pertanyaan. Ia tak dilibatkan dalam pertandingan menghadapi Estonia sementara pertandingan terakhirnya, dipertandingan persahabatan menghadapi Saudia Arabia pada akhir Maret lalu, ia hanya dimainkan sebagai pemain cadangan.

Nainggolan kemudian melewatkan sesi latihan terakhir Belgia dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan, dan hal ini mengarah ke spekulasi kemungkinan ia tidak dilibatkan menuju Rusia walaupun popularitasnya cukup tinggi diantara para fansnya.

Roberto Martinez berikan alasan mengapa ia absenkan radja nainggolan di Piala Dunia 2018
Roberto Martinez berikan alasan mengapa ia absenkan radja nainggolan di Piala Dunia 2018

Ketika ditanya tentang mengapa dia meninggalkan Nainggolan, Roberto Martinez mengungkapkan keputusannya kepada media BBC dan mengatakan, “Radja Nainggolan adalah pemain papan atas. Alasannya taktis. Dalam dua tahun terakhir tim telah bekerja dengan cara tertentu. Pemain lain memiliki peran tersebut. Kami tahu Radja memiliki peran yang sangat penting di klubnya dan kami tidak bisa memberikan peran itu dalam skuad kami. ”.

Disisi lain, jurnalis sepak bola Belgia Kristof Terreur,  mengatakan di situs web Independen, dengan mengatakan bahwa keputusan meninggalkan Nainggolan merupakan sesuatu kelalaian, dan menjadikan Roberto Martinez sorotan publik bahkan sebelum pertandingan di Rusia 2018 dimulai.

Ia menuliskan, “Cemoohan selama pertandingan yang akan datang hanya akan menjadi sesuatu yang harus ditangani oleh manajer Belgia, Roberto Martinez. Ini adalah bagian dari pekerjaan, tentu saja, namun Martinez membuat pemanggilan tim yang tidak lazim karena tidak memilih Radja Nainggolan dalam skuadnya untuk Piala Dunia musim panas ini. “.

Sakit hati tak dilibatkan ditimnas Belgia, Radja Nainggolan Pensiun di karir Internasional
Sakit hati tak dilibatkan ditimnas Belgia, Radja Nainggolan Pensiun di karir Internasional

Mungkinkah timnas Belgia masih perkasa tanpa Radja Nainggolan seperti saat mereka melalui babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, dengan 43 gol dan 4 kali kebobolan? Apalagi penjelasan Roberto Martinez yang tak memasukkan namanya kedalam daftar 23 pemain timnas Belgia yang berangkat menuju Piala Dunia 2018 terasa menggantung. Namun yang pasti media akan membicarakan tentang Radja Nainggolan dalam beberapa hari ke depan.

 

Tak Masuk Skuad Timnas Belgia Ke Piala Dunia 2018, Radja Nainggolan Pensiun Dini

Tak Masuk Skuad Timnas Belgia Ke Piala Dunia 2018, Radja Nainggolan Pensiun Dini

Setelah Roberto Martínez mengumumkan para pemainnya yang akan berangkat menuju Rusia, Radja Nainggolan langsung mengungkapkan keputusannya untuk pensiun dari karir Internasionalnya. Hal ini dikarenakan sang pemain kecewa dengan keputusan sang pelatih, padahal performanya saat ini bersama AS Roma bisa diacungi jempol.

Radja Nainggolan ditinggal Roberto Martinez ke Rusia
Radja Nainggolan danl Roberto Martinez saat berlatih untuk timnas Belgia

Memang beberapa hari yang lalu, Martínez telah mengumumkan ke- 23 pemain timnas Belgia yang akan berangkat menuju Piala Dunia 2018 mendatang. Namun ada beberapa nama yang dipastikan akan masuk dalam daftar nama itu, tak dicantumkan, sementara ada beberapa nama yang kurang layak untuk bertarung di Piala Dunia, malah dilibatkan.

Satu yang jadi perhatian publik adalah, nama Radja Nainggolan. Pemain gelandang tengah AS Roma itu telah mencetak enam gol dan sebelas assist di semua kompetisi pertandingan dimusim ini, Memang bukan musim terbaiknya namun bukan juga terburuknya. Dan dimusim ini ia pun lebih fokus untuk memuluskan transisi dari lini belakang ke lini depan, dan membawa timnasnya keperingkat ketiga klasemen serta ke semi final Liga Champions.

Dan setelah melihat namanya tidak dimasukkan oleh Martinez, dia mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari sepakbola internasional dua hari yang lalu.

Radja Nainggolan ungkap di media sosialnya untuk pensiun dari timnas Belgia
Radja Nainggolan ungkap di media sosialnya untuk pensiun dari timnas Belgia

Di media sosial Instagram-nya, ia pun menuliskan: “Sangat enggan untuk melepaskan karir internasional saya. Saya selalu melakukan semua yang saya bisa untuk mewakili negara saya. Menjadi diri sendiri dapat mengganggu. Namun mulai hari ini saya akan menjadi penggemar pertama mereka. ”.

Apakah karena ia telah memasuki usia kepala tiga? Rasanya tidak. Tengok saja Dries Mertens, Mousa Dembele, Marouane Fellaini, Thomas Vermaelen, Vincent Kompany, Jan Vertonghen dan Simon Mignolet juga sudah berusia 30 tahunan.

Radja Nainggolan tak ikut Piala Dunia 2018 bersama timnas Belgia
Radja Nainggolan tak ikut Piala Dunia 2018 bersama timnas Belgia

Apakah karena dia memiliki sikap yang buruk? Apakah itu karena dia mengaku sering merokok secara teratur? Atau hanya karena sepak bola internasional berbeda dengan sepakbola klub?

Memang bukan ia saja yang absen dalam turnamen tersebut karena Kevin Mirallas dan Divock Origi juga absen. Namun sepertinya kehilangan kedua pemain tersebut bisa dimaklumi karena dimusim ini, performa mereka tak maksimal bersama timnya, bahkan cenderung mengecewakan.

Banyak pihak yang menyesali keputusan Roberto Martinez tak membawa Radja Nainggolan, sementara beberapa diantaranya juga menyayangkan keputusannya untuk pensiun dari karir Internasionalnya. Namun dalam sepak bola apapun bisa terjadi. Mungkinkah ia kembali jika Martinez tak melatih lagi?